Dalam Cermin Bercecabang, Lutfi Mardiansyah mengajak pembaca menelusuri keretakan-keretakan batin, serpihan memori, dan pantulan identitas yang tak tunggal. Melalui larik-larik puitis yang jernih namun berlapis, buku ini menghadirkan puisi-puisi yang menyerupai cermin retak: memantulkan dunia dari sudut-sudut tak terduga.
Setiap puisi dalam kumpulan ini menjadi percabangan dari satu kesadaran yang terus tumbuh dan berkonflik, antara masa lalu dan masa kini, antara suara pribadi dan gema sosial. Ada kegelisahan yang tenang, ada kesunyian yang lantang. Bahasa digunakan bukan sekadar alat ungkap, melainkan ruang tempat makna tumbuh liar sekaligus terukur.












Reviews
There are no reviews yet.